Nara, lulusan desain yang lagi galau arah karier, tanpa sengaja menemukan Jalan Perajin, sebuah gang tua yang dipenuhi bengkel pandai kayu, pembuat perak, penjahit kulit, dan pengrajin keramik. Ia magang di bawah Pak Surya yang tegas namun hangat, lalu terlibat dalam proyek mempertemukan teknik tradisi dengan desain kontemporer. Saat kabar penggusuran oleh pengembang besar mencuat, Nara menggagas pameran jalanan agar karya para perajin terlihat, sekaligus membuktikan bahwa craft bukan sekadar nostalgia.
Di tengah persiapan, Nara menemukan rahasia tak terduga: beberapa objek buatan tangan seolah menyimpan jejak emosi pembuatnya. Fenomena itu menarik perhatian kolektor oportunis dan memicu gesekan antara generasi lama dan baru. Bersama Ika, seorang vlogger, dan Bara, kurir yang paham seluk-beluk kota, Nara membuat rangkaian lokakarya terbuka yang jadi viral. Puncaknya terjadi pada festival malam saat hujan badai mengancam segalanya, memaksa Nara memilih antara ambisi pribadi atau menyelamatkan komunitas. Jalan Perajin selamat untuk sementara, namun misteri di balik jejak emosi dalam karya-karya itu baru mulai terungkap.
Nara, lulusan desain yang lagi galau arah karier, tanpa sengaja menemukan Jalan Perajin, sebuah gang tua yang dipenuhi bengkel pandai kayu, pembuat perak, penjahit kulit, dan pengrajin keramik. Ia magang di bawah Pak Surya yang tegas namun hangat, lalu terlibat dalam proyek mempertemukan teknik tradisi dengan desain kontemporer. Saat kabar penggusuran oleh pengembang besar mencuat, Nara menggagas pameran jalanan agar karya para perajin terlihat, sekaligus membuktikan bahwa craft bukan sekadar nostalgia.
Di tengah persiapan, Nara menemukan rahasia tak terduga: beberapa objek buatan tangan seolah menyimpan jejak emosi pembuatnya. Fenomena itu menarik perhatian kolektor oportunis dan memicu gesekan antara generasi lama dan baru. Bersama Ika, seorang vlogger, dan Bara, kurir yang paham seluk-beluk kota, Nara membuat rangkaian lokakarya terbuka yang jadi viral. Puncaknya terjadi pada festival malam saat hujan badai mengancam segalanya, memaksa Nara memilih antara ambisi pribadi atau menyelamatkan komunitas. Jalan Perajin selamat untuk sementara, namun misteri di balik jejak emosi dalam karya-karya itu baru mulai terungkap.
Nara, lulusan desain yang lagi galau arah karier, tanpa sengaja menemukan Jalan Perajin, sebuah gang tua yang dipenuhi bengkel pandai kayu, pembuat perak, penjahit kulit, dan pengrajin keramik. Ia magang di bawah Pak Surya yang tegas namun hangat, lalu terlibat dalam proyek mempertemukan teknik tradisi dengan desain kontemporer. Saat kabar penggusuran oleh pengembang besar mencuat, Nara menggagas pameran jalanan agar karya para perajin terlihat, sekaligus membuktikan bahwa craft bukan sekadar nostalgia.
Di tengah persiapan, Nara menemukan rahasia tak terduga: beberapa objek buatan tangan seolah menyimpan jejak emosi pembuatnya. Fenomena itu menarik perhatian kolektor oportunis dan memicu gesekan antara generasi lama dan baru. Bersama Ika, seorang vlogger, dan Bara, kurir yang paham seluk-beluk kota, Nara membuat rangkaian lokakarya terbuka yang jadi viral. Puncaknya terjadi pada festival malam saat hujan badai mengancam segalanya, memaksa Nara memilih antara ambisi pribadi atau menyelamatkan komunitas. Jalan Perajin selamat untuk sementara, namun misteri di balik jejak emosi dalam karya-karya itu baru mulai terungkap.