Dahulu dijuluki Pembunuh Dewa, sang Raja Iblis menutup tirai perang ilahi dengan harga yang tidak kecil. Di ambang lenyap, ia memilih reinkarnasi dan bangun sebagai anggota ras kecil yang dicap paling lemah di benua. Tubuhnya mungil, statistiknya cupu, tetapi otaknya menyimpan strategi level akhir dan pengetahuan sihir purba. Ia menyembunyikan identitas, meriset ulang sihir dari nol, dan mulai menaikkan level hidupnya dengan kalkulasi dingin.
Dengan bergabung ke guild dan kemudian akademi, ia mengumpulkan rekan yang sama-sama diremehkan. Mereka mengobrak-abrik dungeon, mengguncang pasar artefak, dan memecah pakem sosial yang menindas ras lemah. Di balik layar, gereja yang memuja dewa-dewa lama mulai curiga, bangsawan rakus memasang jerat, dan bisik-bisik tentang Pembunuh Dewa kembali menggaung. Saat kekuatannya bangkit lagi, ia harus memilih antara menjadi simbol harapan kaum tertindas atau kembali menjadi bayang-bayang yang menumbangkan tatanan dunia.
Dahulu dijuluki Pembunuh Dewa, sang Raja Iblis menutup tirai perang ilahi dengan harga yang tidak kecil. Di ambang lenyap, ia memilih reinkarnasi dan bangun sebagai anggota ras kecil yang dicap paling lemah di benua. Tubuhnya mungil, statistiknya cupu, tetapi otaknya menyimpan strategi level akhir dan pengetahuan sihir purba. Ia menyembunyikan identitas, meriset ulang sihir dari nol, dan mulai menaikkan level hidupnya dengan kalkulasi dingin.
Dengan bergabung ke guild dan kemudian akademi, ia mengumpulkan rekan yang sama-sama diremehkan. Mereka mengobrak-abrik dungeon, mengguncang pasar artefak, dan memecah pakem sosial yang menindas ras lemah. Di balik layar, gereja yang memuja dewa-dewa lama mulai curiga, bangsawan rakus memasang jerat, dan bisik-bisik tentang Pembunuh Dewa kembali menggaung. Saat kekuatannya bangkit lagi, ia harus memilih antara menjadi simbol harapan kaum tertindas atau kembali menjadi bayang-bayang yang menumbangkan tatanan dunia.
Dahulu dijuluki Pembunuh Dewa, sang Raja Iblis menutup tirai perang ilahi dengan harga yang tidak kecil. Di ambang lenyap, ia memilih reinkarnasi dan bangun sebagai anggota ras kecil yang dicap paling lemah di benua. Tubuhnya mungil, statistiknya cupu, tetapi otaknya menyimpan strategi level akhir dan pengetahuan sihir purba. Ia menyembunyikan identitas, meriset ulang sihir dari nol, dan mulai menaikkan level hidupnya dengan kalkulasi dingin.
Dengan bergabung ke guild dan kemudian akademi, ia mengumpulkan rekan yang sama-sama diremehkan. Mereka mengobrak-abrik dungeon, mengguncang pasar artefak, dan memecah pakem sosial yang menindas ras lemah. Di balik layar, gereja yang memuja dewa-dewa lama mulai curiga, bangsawan rakus memasang jerat, dan bisik-bisik tentang Pembunuh Dewa kembali menggaung. Saat kekuatannya bangkit lagi, ia harus memilih antara menjadi simbol harapan kaum tertindas atau kembali menjadi bayang-bayang yang menumbangkan tatanan dunia.