Kubo adalah siswi yang terkenal kalem dan santai. Ia doyan mengamati romansa di sekitar, tapi belum pernah benar-benar jatuh cinta. Saat merasa semua di medsos terlihat terlalu rapi, Kubo memutuskan melakukan riset pribadi tentang cinta yang nyata. Ia mulai mencatat momen kecil, menantang dirinya untuk lebih jujur, dan mendekat pada Sakuma, teman sekelas yang lugas namun kikuk, sebagai partner observasi.
Seiring berjalannya hari, obrolan ringan, salah paham di chat, dan kegiatan sekolah yang padat pelan-pelan membuka lapisan perasaan mereka. Kubo menyadari bahwa cinta tidak melulu soal gesture besar, melainkan keberanian untuk hadir dan konsisten. Ketika hujan turun di malam festival, keduanya harus memilih antara tetap bermain aman atau mengakui yang sebenarnya mereka rasakan.
Kubo adalah siswi yang terkenal kalem dan santai. Ia doyan mengamati romansa di sekitar, tapi belum pernah benar-benar jatuh cinta. Saat merasa semua di medsos terlihat terlalu rapi, Kubo memutuskan melakukan riset pribadi tentang cinta yang nyata. Ia mulai mencatat momen kecil, menantang dirinya untuk lebih jujur, dan mendekat pada Sakuma, teman sekelas yang lugas namun kikuk, sebagai partner observasi.
Seiring berjalannya hari, obrolan ringan, salah paham di chat, dan kegiatan sekolah yang padat pelan-pelan membuka lapisan perasaan mereka. Kubo menyadari bahwa cinta tidak melulu soal gesture besar, melainkan keberanian untuk hadir dan konsisten. Ketika hujan turun di malam festival, keduanya harus memilih antara tetap bermain aman atau mengakui yang sebenarnya mereka rasakan.
Kubo adalah siswi yang terkenal kalem dan santai. Ia doyan mengamati romansa di sekitar, tapi belum pernah benar-benar jatuh cinta. Saat merasa semua di medsos terlihat terlalu rapi, Kubo memutuskan melakukan riset pribadi tentang cinta yang nyata. Ia mulai mencatat momen kecil, menantang dirinya untuk lebih jujur, dan mendekat pada Sakuma, teman sekelas yang lugas namun kikuk, sebagai partner observasi.
Seiring berjalannya hari, obrolan ringan, salah paham di chat, dan kegiatan sekolah yang padat pelan-pelan membuka lapisan perasaan mereka. Kubo menyadari bahwa cinta tidak melulu soal gesture besar, melainkan keberanian untuk hadir dan konsisten. Ketika hujan turun di malam festival, keduanya harus memilih antara tetap bermain aman atau mengakui yang sebenarnya mereka rasakan.