Arga, mahasiswa komunikasi yang perfeksionis, menjalani alter ego anonim sebagai Ultimate Romanticist, penulis blog nasihat cinta yang viral. Ia percaya cinta bisa diatur seperti resep, lengkap dengan langkah dan deadline. Pandangannya goyah saat bertemu Rana, ilustrator yang sinis terhadap romansa klise namun diam-diam rindu kejujuran. Keduanya dipaksa kolaborasi untuk program radio kampus bertema pengakuan cinta, memicu serangkaian eksperimen kencan yang bikin mereka saling menantang sekaligus saling membuka.
Saat blog Arga makin meledak, tawaran sponsor berdatangan dan ekspektasi publik kian menekan. Garis antara konten dan perasaan makin kabur, apalagi ketika ada akun anonim lain mencoba membongkar identitasnya. Arga dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan persona yang sempurna atau mengakui rapuhnya diri di hadapan Rana. Di final program, ia menulis surat yang tak lagi mengejar like, melainkan kejujuran. Dari situ, mereka belajar bahwa romansa terbaik bukan yang terencana rapi, melainkan yang tumbuh dari keberanian untuk jujur.
Arga, mahasiswa komunikasi yang perfeksionis, menjalani alter ego anonim sebagai Ultimate Romanticist, penulis blog nasihat cinta yang viral. Ia percaya cinta bisa diatur seperti resep, lengkap dengan langkah dan deadline. Pandangannya goyah saat bertemu Rana, ilustrator yang sinis terhadap romansa klise namun diam-diam rindu kejujuran. Keduanya dipaksa kolaborasi untuk program radio kampus bertema pengakuan cinta, memicu serangkaian eksperimen kencan yang bikin mereka saling menantang sekaligus saling membuka.
Saat blog Arga makin meledak, tawaran sponsor berdatangan dan ekspektasi publik kian menekan. Garis antara konten dan perasaan makin kabur, apalagi ketika ada akun anonim lain mencoba membongkar identitasnya. Arga dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan persona yang sempurna atau mengakui rapuhnya diri di hadapan Rana. Di final program, ia menulis surat yang tak lagi mengejar like, melainkan kejujuran. Dari situ, mereka belajar bahwa romansa terbaik bukan yang terencana rapi, melainkan yang tumbuh dari keberanian untuk jujur.
Arga, mahasiswa komunikasi yang perfeksionis, menjalani alter ego anonim sebagai Ultimate Romanticist, penulis blog nasihat cinta yang viral. Ia percaya cinta bisa diatur seperti resep, lengkap dengan langkah dan deadline. Pandangannya goyah saat bertemu Rana, ilustrator yang sinis terhadap romansa klise namun diam-diam rindu kejujuran. Keduanya dipaksa kolaborasi untuk program radio kampus bertema pengakuan cinta, memicu serangkaian eksperimen kencan yang bikin mereka saling menantang sekaligus saling membuka.
Saat blog Arga makin meledak, tawaran sponsor berdatangan dan ekspektasi publik kian menekan. Garis antara konten dan perasaan makin kabur, apalagi ketika ada akun anonim lain mencoba membongkar identitasnya. Arga dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan persona yang sempurna atau mengakui rapuhnya diri di hadapan Rana. Di final program, ia menulis surat yang tak lagi mengejar like, melainkan kejujuran. Dari situ, mereka belajar bahwa romansa terbaik bukan yang terencana rapi, melainkan yang tumbuh dari keberanian untuk jujur.