Seorang siswa SMA yang canggung dalam urusan cinta mendadak punya masalah baru di rumah: keluarga mempekerjakan pembantu baru yang wajah, aura, dan gesturnya mirip banget dengan cewek yang ia taksir di kelas. Sejak itu, hari-harinya dipenuhi momen kikuk dan salah tingkah, karena ia terus-terusan kebawa perasaan setiap kali bertemu sang maid. Di satu sisi ia ingin percaya itu cuma kebetulan, di sisi lain rasa penasarannya bikin batas antara kenyamanan di rumah dan deg-degan ala masa remaja jadi kabur.
Di sekolah, ia berjuang mendekati gebetan aslinya sambil belajar membaca sinyal, sedangkan di rumah ia berusaha menjaga jarak sopan dengan pembantu yang ramah dan profesional. Rangkaian komedi situasi, salah paham, dan percakapan jujur perlahan menuntunnya memahami bahwa rasa suka tidak boleh berhenti di permukaan. Kemiripan wajah ternyata membuka diskusi tentang kejujuran, batas, dan apa artinya benar-benar mengenal seseorang, baik sebagai teman sekelas maupun sebagai orang yang berbagi atap dalam keseharian.
Seorang siswa SMA yang canggung dalam urusan cinta mendadak punya masalah baru di rumah: keluarga mempekerjakan pembantu baru yang wajah, aura, dan gesturnya mirip banget dengan cewek yang ia taksir di kelas. Sejak itu, hari-harinya dipenuhi momen kikuk dan salah tingkah, karena ia terus-terusan kebawa perasaan setiap kali bertemu sang maid. Di satu sisi ia ingin percaya itu cuma kebetulan, di sisi lain rasa penasarannya bikin batas antara kenyamanan di rumah dan deg-degan ala masa remaja jadi kabur.
Di sekolah, ia berjuang mendekati gebetan aslinya sambil belajar membaca sinyal, sedangkan di rumah ia berusaha menjaga jarak sopan dengan pembantu yang ramah dan profesional. Rangkaian komedi situasi, salah paham, dan percakapan jujur perlahan menuntunnya memahami bahwa rasa suka tidak boleh berhenti di permukaan. Kemiripan wajah ternyata membuka diskusi tentang kejujuran, batas, dan apa artinya benar-benar mengenal seseorang, baik sebagai teman sekelas maupun sebagai orang yang berbagi atap dalam keseharian.
Seorang siswa SMA yang canggung dalam urusan cinta mendadak punya masalah baru di rumah: keluarga mempekerjakan pembantu baru yang wajah, aura, dan gesturnya mirip banget dengan cewek yang ia taksir di kelas. Sejak itu, hari-harinya dipenuhi momen kikuk dan salah tingkah, karena ia terus-terusan kebawa perasaan setiap kali bertemu sang maid. Di satu sisi ia ingin percaya itu cuma kebetulan, di sisi lain rasa penasarannya bikin batas antara kenyamanan di rumah dan deg-degan ala masa remaja jadi kabur.
Di sekolah, ia berjuang mendekati gebetan aslinya sambil belajar membaca sinyal, sedangkan di rumah ia berusaha menjaga jarak sopan dengan pembantu yang ramah dan profesional. Rangkaian komedi situasi, salah paham, dan percakapan jujur perlahan menuntunnya memahami bahwa rasa suka tidak boleh berhenti di permukaan. Kemiripan wajah ternyata membuka diskusi tentang kejujuran, batas, dan apa artinya benar-benar mengenal seseorang, baik sebagai teman sekelas maupun sebagai orang yang berbagi atap dalam keseharian.