Di sekolah, beredar rumor tentang seorang gadis yang kelihatannya yandere. Seorang siswa laki-laki biasa tiba-tiba jadi pusat perhatiannya. Dari kebiasaan menunggu di gerbang sampai hafal jadwal kelasnya, semuanya bikin deg-degan. Namun semakin sering berinteraksi, ia sadar si gadis sebenarnya tidak berbahaya. Ia hanya terlalu jujur mengekspresikan rasa suka, kurang lihai bersosialisasi, dan gemar menyiapkan hal-hal kecil seperti payung cadangan atau menyalin catatan pengumuman agar orang yang disukainya tidak kerepotan.
Masalah muncul ketika teman-teman salah paham dan menempelkan cap yandere total kepadanya. Rumor membuat jarak mereka naik turun, tetapi justru memaksa keduanya membahas batas, kepercayaan, dan persetujuan dengan terbuka. Di antara komedi situasional, momen cemburu yang halus, serta kejutan manis sehari-hari, hubungan mereka berkembang ke arah yang lebih sehat. Hasilnya adalah romansa ringan dengan ketegangan tipis yang hangat dan relatable.
Di sekolah, beredar rumor tentang seorang gadis yang kelihatannya yandere. Seorang siswa laki-laki biasa tiba-tiba jadi pusat perhatiannya. Dari kebiasaan menunggu di gerbang sampai hafal jadwal kelasnya, semuanya bikin deg-degan. Namun semakin sering berinteraksi, ia sadar si gadis sebenarnya tidak berbahaya. Ia hanya terlalu jujur mengekspresikan rasa suka, kurang lihai bersosialisasi, dan gemar menyiapkan hal-hal kecil seperti payung cadangan atau menyalin catatan pengumuman agar orang yang disukainya tidak kerepotan.
Masalah muncul ketika teman-teman salah paham dan menempelkan cap yandere total kepadanya. Rumor membuat jarak mereka naik turun, tetapi justru memaksa keduanya membahas batas, kepercayaan, dan persetujuan dengan terbuka. Di antara komedi situasional, momen cemburu yang halus, serta kejutan manis sehari-hari, hubungan mereka berkembang ke arah yang lebih sehat. Hasilnya adalah romansa ringan dengan ketegangan tipis yang hangat dan relatable.
Di sekolah, beredar rumor tentang seorang gadis yang kelihatannya yandere. Seorang siswa laki-laki biasa tiba-tiba jadi pusat perhatiannya. Dari kebiasaan menunggu di gerbang sampai hafal jadwal kelasnya, semuanya bikin deg-degan. Namun semakin sering berinteraksi, ia sadar si gadis sebenarnya tidak berbahaya. Ia hanya terlalu jujur mengekspresikan rasa suka, kurang lihai bersosialisasi, dan gemar menyiapkan hal-hal kecil seperti payung cadangan atau menyalin catatan pengumuman agar orang yang disukainya tidak kerepotan.
Masalah muncul ketika teman-teman salah paham dan menempelkan cap yandere total kepadanya. Rumor membuat jarak mereka naik turun, tetapi justru memaksa keduanya membahas batas, kepercayaan, dan persetujuan dengan terbuka. Di antara komedi situasional, momen cemburu yang halus, serta kejutan manis sehari-hari, hubungan mereka berkembang ke arah yang lebih sehat. Hasilnya adalah romansa ringan dengan ketegangan tipis yang hangat dan relatable.